Bayangkan jika hal-hal yang cuma bisa diam dan memberi sepi itu tiba-tiba ikutan gaduh menyahuti segala cekcok dan keramaian yang kita buat. Betapa akan gaduhnya dunia ini. Begitulah sepi, mereka ada tapi membuat kita nyaman dengan keberadaannya.
Sedangkan kesepian itu berbeda, mereka tumbuh dalam hati saya ketika sendirian atau bahkan berada dikeramaian namun yang bisa saya dengarkan cuma hati saya sendiri. Hati saya yang cuma mau mengerti bahwa tidak ada hati lain yang akan bisa menenangkan saya, yang tidak akan mau menemani saya. Kesepian adalah asumsi yang saya buat sendiri akibat ketakutan akan penolakan, ketakutan bahwa tidak akan ada yang mampu menerima saya, tak terkecuali diri saya sendiri.
Saya tidak suka kesepian karena saya ingin mampu menerima diri saya sendiri, mampu terbuka bahwa ada orang lain yang peduli pada saya, mampu merasakan sepi yang sebenarnya ramai. Mungkin hal-hal seperti ini memang seharusnya tidak cuma bisa diratapi, jika aku mau bahagia yang memang harus berusaha bahagia. Mungkin salah satu cara yang bisa saya lakukan adalah berbicara pada sepi, berbicara pada diri saya dan kalian dengan menulis. Saya tidak tau apakah ada yang akan membaca dan merasakan mendengar cerita saya, saya hanya percaya bahwa saya didengar, bahwa saya tidak sedang kesepian ketika ada banyak miliaran orang di dunia yang akan mampu menemui tulisan saya.
Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca dan mendengarkan saya. Salam hangat dari orang yang suka sepi namun tidak suka kesepian.

Komentar
Posting Komentar